GEMPA BUMI
A.PENGERTIAN Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan
bumi akibat pelepasan energi
dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa bumi biasa disebabkan
oleh pergerakan kerak bumi (lempeng
bumi). Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa bumi yang
di alami selama periode waktu. Gempa bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer. moment magnitudo
adalah skala yang paling umum di mana gempa bumi terjadi untuk seluruh dunia.skala rickter adalah skala yang di laporkan oleh
observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5
magnitude. kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid. gempa 3
magnitude atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan besar nya 7 lebih
berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada
kedalaman gempa. Gempa bumi terbesar bersejarah besarnya telahvlebih dari 9,
meskipun tidak ada batasan besarnya. Gempa bumi besar terakhir besarnya 9,0
atau lebih besar adalah 9,0 magnitudo gempa di Jepang pada tahun 2011
(per Maret 2011), dan itu adalah gempa Jepang terbesar sejak pencatatan
dimulai. Intensitas getaran diukur pada modifikasi Skala Mercalli .B.Tipe gempa bumi
1. Gempa
bumi vulkanik ( Gunung Api ) ; Gempa bumi ini terjadi akibat
adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila
keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga
akan menimbulkan terjadinya gempabumi. Gempa bumi tersebut hanya terasa di
sekitar gunung api tersebut.
2. Gempa bumi tektonik ;
Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran
lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang
sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempabumi ini banyak menimbulkan
kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu
menjalar keseluruh bagian bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh perlepasan
[tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet
ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan
antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik. Teori dari tectonic plate
(lempeng tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan,
sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan
seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan
sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang
menyebabkan terjadinya gempa tektonik.
Peta penyebarannya
mengikuti pola dan aturan yang khusus dan menyempit, yakni mengikuti pola-pola
pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang menyusun kerak bumi. Dalam ilmu kebumian (geologi), kerangka teoretis tektonik lempeng
merupakan postulat untuk menjelaskan fenomena gempa bumi tektonik yang
melanda hampir seluruh kawasan, yang berdekatan dengan batas pertemuan lempeng
tektonik. Contoh gempa vulkanik ialah seperti yang terjadi di Yogyakarta, Indonesia pada Sabtu,
27
Mei
2006
dini hari, pukul 05.54 WIB,
1. Gempa
bumi tumbukan ; Gempa bumi ini diakibatkan oleh tumbukan meteor
atau asteroid yang jatuh ke bumi, jenis gempa bumi ini jarang terjadi
2. Gempa
bumi runtuhan ; Gempa bumi ini biasanya terjadi pada daerah
kapur ataupun pada daerah pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi dan
bersifat lokal.
3. Gempa
bumi buatan ; Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang
disebabkan oleh aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau
palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.
C.Penyebab terjadinya gempa bumi
Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa bumi akan terjadi.Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.
Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi (jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi
D.AKIBAT
- Bangunan roboh
- Kebakaran
- Jatuhnya korban jiwa
- Permukaan tanah menjadi merekat dan jalan menjadi putus
- Tanah longsor akibat guncangan
- Banjir akibat rusaknya tanggul
- Gempa di dasar laut yang menyebabkan tsunami
E.PENANGGULANGAN
Bila berada didalam rumah:- Jangan panik dan jangan berlari keluar, berlindunglah dibawah meja atau tempat tidur.
- Bila tidak ada, lindungilah kepala dengan bantal atau benda lainnya.
- Jauhi rak buku, lemari dan jendela kaca.
- Hati-hati terhadap langit-langit yang mungkin runtuh, benda-benda yang tergantung di dinding dsb.
- Jauhi bangunan tinggi, dinding, tebing terjal, pusat listrik dan tiang listrik, papan reklame, pohon yang tinggi, dsb.
- Usahakan dapat mencapai daerah yang terbuka.
- Jauhi rak-rak dan jendela kaca.
- Jangan panik dan jangan berlari keluar karena kemungkinan dipenuhi orang.
- Jauhi benda-benda yang mudah tergelincir seperti rak, lemari dan jendela kaca dsb.
- Segera hentikan di tempat yang terbuka.
- Jangan berhenti di atas jembatan atau dibawah jembatan layang/jembatan penyeberangan.
- Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan
- Ikuti semua petunjuk dari pegawai atau satpam
- Jangan menggunakan lift saat terjadi gempabumi atau kebakaran. Lebih baik menggunakan tangga darurat
- Jika anda merasakan getaran gempabumi saat berada di dalam lift, maka tekanlah semua tombol
- Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah
- Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia
- Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak
- Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta
- Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan
- Ada kemungkinan lonsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah langsung ke tempat aman.
- Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika anda merasakan getaran dan tanda-tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.
- Sudah dapat diramalkan bahwa banyak orang akan cedera saat terjadi gempabumi besar. Karena petugas kesehatan dari rumah-rumah sakit akan mengalami kesulitan datang ke tempat kejadian maka bersiaplah memberikan pertolongan pertama kepada orang-orang berada di sekitar anda.
- Tempat-tempat pengungsian biasanya telah diatur oleh pemerintah daerah. Pengungsian perlu dilakukan jika kebakaran meluas akibat gempabumi. Pada prinsipnya, evakuasi dilakukan dengan berjalan kaki dibawah kawalan petugas polisi atau instansi pemerintah. * * * Bawalah barang-barang secukupnya.
- Saat gempabumi besar terjadi, masyarakat terpukul kejiwaannya. Untuk mencegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. Anda dapat memperoleh informasi yang benar dari pihak berwenang, polisi, atau petugas PMK. Jangan bertindak karena informasi orang yang tidak jelas.
- Harus dibangun dengan konstruksi tahan getaran/gempa khususnya di daerah rawan gempa.
- Perkuatan bangunan dengan mengikuti standar kualitas bangunan.
- Pembangunan fasilitas umum dengan standar kualitas yang tinggi.
- Perkuatan bangunan-bangunan vital yang telah ada.
- Rencanakan penempatan pemukiman untuk mengurangi tingkat kepadatan hunian di daerah rawan gempa bumi.
- Zonasi daerah rawan gempa bumi dan pengaturan penggunaan lahan.
- Pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya gempa bumi dan cara – cara penyelamatan diri jika terjadi gempa bumi.
- Ikut serta dalam pelatihan program upaya penyelamatan, kewaspadaan masyarakat terhadap gempa bumi, pelatihan pemadam kebakaran dan pertolongan pertama.
- Persiapan alat pemadam kebakaran, peralatan penggalian, dan peralatan perlindungan masyarakat lainnya.
- Rencana kontinjensi/kedaruratan untuk melatih anggota keluarga dalam menghadapi gempa bumi.
- Pembentukan kelompok aksi penyelamatan bencana dengan pelatihan pemadaman kebakaran dan pertolongan pertama.
- Persiapan alat pemadam kebakaran, peralatan penggalian, dan peralatan perlindungan masyarakat lainnya.
- Rencana kontinjensi/kedaruratan untuk melatih anggota keluarga dalam menghadapi gempa bumi.
TSUNAMI
A.PENGERTIANTsunami (bahasa Jepang: 津波; tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah berarti "ombak besar di pelabuhan") adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau atau hantaman meteor di laut. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500-1000 km per jam. Setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang Tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena Tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami.
Dampak negatif yang diakibatkan tsunami adalah merusak apa saja yang dilaluinya. Bangunan, tumbuh-tumbuhan, dan mengakibatkan korban jiwa manusia serta menyebabkan genangan, pencemaran air asin lahan pertanian, tanah, dan air bersih.
Sejarawan Yunani bernama Thucydides merupakan orang pertama yang mengaitkan tsunami dengan gempa bawah laut. Namun hingga abad ke-20, pengetahuan mengenai penyebab tsunami masih sangat minim. Penelitian masih terus dilakukan untuk memahami penyebab tsunami.
Teks-teks geologi, geografi, dan oseanografi di masa lalu menyebut tsunami sebagai "gelombang laut seismik".
Beberapa kondisi meteorologis, seperti badai tropis, dapat menyebabkan gelombang badai yang disebut sebagai meteor tsunami yang ketinggiannya beberapa meter diatas gelombang laut normal. Ketika badai ini mencapai daratan, bentuknya bisa menyerupai tsunami, meski sebenarnya bukan tsunami. Gelombangnya bisa menggenangi daratan. Gelombang badai ini pernah menggenangi Burma (Myanmar) pada Mei 2008.
Wilayah di sekeliling Samudra Pasifik memiliki Pacific Tsunami Warning Centre (PTWC) yang mengeluarkan peringatan jika terdapat ancaman tsunami pada wilayah ini. Wilayah di sekeliling Samudera Hindia sedang membangun Indian Ocean Tsunami Warning System (IOTWS) yang akan berpusat di Indonesia.
B. JENIS
- Tsunami jarak dekat yang terjadi 0 - 30 menit setelah gempa yang tanda-tandanya getaran kuat dan pasang surut air laut.
- Tsunami jarak menengah yang terjadi 30 menit - 2 jam setelah gempa.
- Tsunami jarak jauh yang terjadi lebih dari 2 jam setelah gempa.
C. Wilayah Rawan Tsunami
Kepulauan Indonesia yang merupakan daerah rawan tsunami adalah pantai barat Sumatera, selatan Jawa, selatan Nusa Tenggara, Maluku, dan pantai utara Papua.
D. Proses terjadinya Tsunami
Tsunami yang disebabkan gempa tektonik, dimulai dengan adanya keretakan di suatu titik pada suatu kedalaman dan menjalar ke sepanjang sasaran atau sesar, dalam waktu 1 – 3 menit atau lebih, tergantung pada kekuatan gempanya. Apabila bidang patahan tersebut muncul ke dasar laut, maka akan mengganggu air laut secara vertikal dan horizontal. Energi kenetik berubah menjadi energi potensial yang sangat besar yang menimbulkan gelombang air laut yang sangat panjang.
E. Syarat gempa menjadi Tsunami
- Pusat gempa di bawah laut
- Pusat gempa berkisar antara 0 – 30 km
- Magnitudo gempa berdampak (lebih dari 6 skala richter)
F. Dampak Tsunami
•Korban Jiwa
•Infrastruktur
Tsunami mengakibatkan sejumlah fasilitas masyarakat rusak, seperti rumah ibadah, sekolah, rumah sakit, jalan raya, pelabuhan, dan kantor.
•Perekonomian
Gelombang tsunami dapat mengakibatkan semua kegiatan perekonomian lumpuh total.
•Dampak Psikologis
Karena terjadi gelombang tsunami, para korban merasa sedih, kehilangan, bahkan tekanan mental.
Antisipasi Bencana
G. Cara mengantisipasi gelombang tsunami
- Melestarikan hutan bakau dan terumbu karang di sekitar pantai.
- Melakukan perencanaan letak maupun jenis bangunan di daerah pantai.
H. Sistem Peringatan Dini
- Peringatan dini dapat dilakukan untuk mengetahui akan adanya gelombang tsunami.
- Peringatan dini dilakukan sebelum kejadian
PS: Ini materi kartul gw yang tahun lalu udah di sidang. Semoga bisa jadi referensi buat temen-temen yang bentar lagi mau bikin kartul.
BANJIR
A.PENGERTIAN
Sebuah banjir adalah
peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan.[1] Pengarahan banjir Uni
Eropa mengartikan banjir sebagai perendaman sementara oleh air pada daratan
yang biasanya tidak terendam air.[2] Dalam
arti "air mengalir", kata ini juga dapat berarti masuknya pasang laut.
Banjir diakibatkan oleh volume air di suatu badan air seperti sungai atau danau yang
meluap atau menjebol bendungan sehingga air keluar dari batasan alaminya.[3]Ukuran danau atau badan air terus berubah-ubah sesuai perubahan curah hujan dan pencairan salju musiman, namun banjir yang terjadi tidak besar kecuali jika air mencapai daerah yang dimanfaatkan manusia seperti desa, kota, dan permukiman lain.
Banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air, terutama di kelokan sungai. Banjir sering mengakibatkan kerusakan rumah dan pertokoan yang dibangun di dataran banjir sungai alami. Meski kerusakan akibat banjir dapat dihindari dengan pindah menjauh dari sungai dan badan air yang lain, orang-orang menetap dan bekerja dekat air untuk mencari nafkah dan memanfaatkan biaya murah serta perjalanan dan perdagangan yang lancar dekat perairan. Manusia terus menetap di wilayah rawan banjir adalah bukti bahwa nilai menetap dekat air lebih besar daripada biaya kerusakan akibat banjir periodik.
Mitos banjir besar adalah kisah mitologi banjir besar yang dikirimkan oleh Tuhan untuk menghancurkan suatu peradaban sebagai pembalasan agung dan sering muncul dalam mitologi berbagai kebudayaan di dunia.
B.Jenis dan penyebab utama
Lusinan
desa terendam ketika hujan meluapkan sungai di barat laut Bangladesh pada awal Oktober 2005. Moderate
Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) di satelit Terra NASA
menangkap citra banjir Sungai Ghaghat dan Atrai pada 12 Oktober 2005. Sungai
biru gelap tersebar di seluruh pedesaan pada citra banjir ini.
Sungai
- Lama: Endapan dari hujan atau pencairan salju cepat melebihi kapasitas saluran sungai. Diakibatkan hujan deras monsun, hurikan dan depresi tropis, angin luar dan hujan panas yang mempengaruhi salju. Rintangan drainase tidak terduga seperti tanah longsor, es, atau puing-puing dapat mengakibatkan banjir perlahan di sebelah hulu rintangan.
- Cepat: Termasuk banjir bandang akibat curah hujan konvektif (badai petir besar) atau pelepasan mendadak endapan hulu yang terbentuk di belakang bendungan, tanah longsor, atau gletser.
Muara
- Biasanya diakibatkan oleh penggabungan pasang laut yang diakibatkan angin badai. Banjir badai akibat siklon tropis atau siklon ekstratropis masuk dalam kategori ini.
Pantai
- Diakibatkan badai laut besar atau bencana lain seperti tsunami atau hurikan). Banjir badai akibat siklon tropis atau siklon ekstratropis masuk dalam kategori ini.
Malapetaka
- Diakibatkan oleh peristiwa mendadak seperti jebolnya bendungan atau bencana lain seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi).
Manusia
- Kerusakan tak disengaja oleh pekerja terowongan atau pipa.
Lumpur
- Banjir lumpur terjadi melalui penumpukan endapan di tanah pertanian. Sedimen kemudian terpisah dari endapan dan terangkut sebagai materi tetap atau penumpukan dasar sungai. Endapan lumpur mudah diketahui ketika mulai mencapai daerah berpenghuni. Banjir lumpur adalah proses lembah bukit, dan tidak sama dengan aliran lumpur yang diakibatkan pergerakan massal.
Lainnya
- Banjir dapat terjadi ketika air meluap di permukaan kedap air (misalnya akibat hujan) dan tidak dapat terserap dengan cepat (orientasi lemah atau penguapan rendah).
- Rangkaian badai yang bergerak ke daerah yang sama.
- Berang-berang pembangun bendungan dapat membanjiri wilayah perkotaan dan pedesaan rendah, umumnya mengakibatkan kerusakan besar.
C.Dampak
Dampak primer
- Kerusakan fisik - Mampu merusak berbagai jenis struktur, termasuk jembatan, mobil, bangunan, sistem selokan bawah tanah, jalan raya, dan kanal.
Dampak sekunder
- Persediaan air – Kontaminasi air. Air minum bersih mulai langka.
- Penyakit - Kondisi tidak higienis. Penyebaran penyakit bawaan air.
- Pertanian dan persediaan makanan - Kelangkaan hasil tani disebabkan oleh kegagalan panen.[4] Namun, dataran rendah dekat sungai bergantung kepada endapan sungai akibat banjir demi menambah mineral tanah setempat.
- Pepohonan' - Spesies yang tidak sanggup akan mati karena tidak bisa bernapas.[5]
- Transportasi - Jalur transportasi hancur, sulit mengirimkan bantuan darurat kepada orang-orang yang membutuhkan.
Dampak tersier/jangka panjang
- Ekonomi - Kesulitan ekonomi karena penurunan jumlah wisatawan, biaya pembangunan kembali, kelangkaan makanan yang mendorong kenaikan harga, dll.
D.PROSES TERJADINYA BANJIR
=> banjir sering terjadi sebagian besar di karenakan oleh
tangan-tangan manusia juga, diantaranyakarena banyaknya sampah yang di buang
sembarangan ke dalam saluran air (selokan) dan sungai.yang menyebabkan selokan
dan sungai menjadi dangkal sehingga aliran air terhambat dan
menjaditergenang.=> yang kedua di karenakan tidak adanya saluran air di
beberapa jalan raya, sehingga air tidak mengalirdan menggenang di jalan raya
lama-kelamaan akan menghancurkan aspal jalan.selain 2 faktor tersebut, faktor
lainnya karena tanah sudah tidak mampu menampung dan menyerap airlagi,di
sebabkan ulah penebang-penebang pohon di hutan yang tidak menerapkan sistem
reboisasi(penanaman hutan kembali) pada lahan yang gundul, sehingga daerah
resapan air sudah sangat sedikit.faktor, alam lainnya adalah karena curah hujan
yang tinggi sehingga tanah tidak mampu meresap air.=> upaya untuk mencegah
banjir*membuang sampah pada tempatnya, tidak sembarangan tempat.*bekerja bakti
dalam waktu yang rutin, misalnya 1 bulan sekali membersihkan selokan (got)
maupunsungai di daerah sekitar kita.*diadakannya kembali sistem reboisasi, baik
di hutan maupun daerah taman kota oleh pemerintah danmasyarakat.*adanya
penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya banjir dan hal-hal yang berkaitan
denganbanjir.
GUNUNG
MELETUS
A.PENGERTIANMagma adalah cairan pijar yang terdapat di dalam lapisan bumi dengan suhu yang sangat tinggi, yakni diperkirakan lebih dari 1.000 °C. Cairan magma yang keluar dari dalam bumi disebut lava. Suhu lava yang dikeluarkan bisa mencapai 700-1.200 °C. Letusan gunung berapi yang membawa batu dan abu dapat menyembur sampai sejauh radius 18 km atau lebih, sedangkan lavanya bisa membanjiri sampai sejauh radius 90 km.
Tidak semua gunung berapi sering meletus. Gunung berapi yang sering meletus disebut gunung berapi aktif.
B.Berbagai Tipe Gunung Berapi
1.
Gunung berapi kerucut atau gunung berapi strato (strato vulcano)
2.
Gunung berapi perisai (shield volcano)
3.
Gunung berapi maar
C.Ciri-ciri gunung berapi akan meletus
Gunung berapi yang akan meletus dapat diketahui melalui beberapa tanda, antara lain- Suhu di sekitar gunung naik.
- Mata air menjadi kering
- Sering mengeluarkan suara gemuruh, kadang disertai getaran (gempa)
- Tumbuhan di sekitar gunung layu
- Binatang di sekitar gunung bermigrasi
D.Hasil letusan gunung berapi
Berikut adalah hasil dari letusan gunung berapi, antara lain :
Gas vulkanik
Gas yang dikeluarkan gunung berapi pada
saat meletus. Gas tersebut antara lain Karbon monoksida (CO), Karbon dioksida (CO2), Hidrogen
Sulfida (H2S), Sulfur
dioksida (S02), dan Nitrogen (NO2) yang dapat
membahayakan manusia.
Lava dan
aliran pasir serta batu panas
Lava adalah cairan
magma dengan suhu tinggi yang mengalir dari dalam Bumi ke
permukaan melalui kawah. Lava encer akan mengalir mengikuti aliran sungai sedangkan lava
kental akan membeku dekat dengan sumbernya. Lava yang membeku akan membentuk
bermacam-macam batuan.
Lahar adalah lava yang telah bercampur
dengan batuan, air, dan material lainnya. Lahar sangat berbahaya bagi penduduk
di lereng gunung berapi.
Hujan
Abu
Yakni material yang sangat halus yang
disemburkan ke udara saat terjadi letusan. Karena sangat halus, abu letusan
dapat terbawa angin dan dirasakan sampai ratusan kilometer jauhnya. Abu letusan
ini bisa menganggu pernapasan.
Awan
panas
Yakni hasil letusan yang mengalir
bergulung seperti awan. Di dalam gulungan ini terdapat batuan pijar yang panas
dan material vulkanik padat dengan suhu lebih besar dari 600 °C. Awan
panas dapat mengakibatkan luka bakar pada tubuh yang terbuka seperti kepala,
lengan, leher atau kaki dan juga dapat menyebabkan sesak napas.
E.proses terjadinya gunung meletus
Gunung
meletus,
terjadi akibat endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas
yang bertekanan tinggi. Dari letusan-letusan seperti inilah gunung berapi
terbentuk. Letusannya yang membawa abu dan batu menyembur dengan keras sejauh
radius 18 km atau lebih, sedang lavanya bisa membanjiri daerah sejauh radius 90
km. Letusan gunung berapi bisa menimbulkan korban jiwa dan harta benda yang
besar sampai ribuan kilometer jauhnya dan bahkan bias mempengaruhi putaran
iklim di bumi ini. Hasil letusan gunung berapi (sumber:MPBI)
- gas vulkanik
- Lava dan aliran pasir serta batu panas
- Lahar
- Tanah longsor
- Gempa bumi
- Abu letusan
- Awan panas (Piroklastik)
Lava adalah cairan magma yang bersuhu tinggi yang mengalir ke permukaan melalui kawah gunung berapi. Lava encer mampu mengalir jauh dari sumbernya mengikuti sungai atau lembah yang ada sedangkan lava kental mengalir tidak jauh dari sumbernya. Lahar adalah merupakan salah satu bahaya bagi masyarakat yang tingla di lereng gunung berapi. Lahar adalah banjir Bandang di lereng gunung yang terdiri dari campuran bahan vulkanik berukuran lempung sampai bongkah. Dikenal sebagai lahar letusan dan lahar hujan. Lahar letusan terjadi apabila gunung berapi yang memiliki danau kawah meletus, sehingga air danau yang panas bercampur dengan material letusan, sedangkan lahar hujan terjadi karena percampuran material letusan dengan air hujan di sekitar puncaknya.
Awan panas bisa berupa awan panas aliran, awan panas hembusan dan awan panas jatuhan. Awan panas aliran adalah awan dari material letusan besar yang panas, mengalir Turun dan akhirnya mengendap di dalam dan disekitar sungai dari lembah. Awan panas hembusan adalah awan dari material letusan kecil yang panas, dihembuskan angin dengan kecepatan mencapai 90 km/jam. Awan panas jatuhan adalah awan dari material letusan panas besar dan kecil yang dilontarkan ke atas oleh kekuatan letusan yang besar. Material berukuran besar akan jatuh di sekitar puncak sedangkan yang halus akan jatuh mencapai puluhan, ratusan bahkan ribuan km dari puncak karena pengaruh hembusan angin. Awan panas bisa mengakibatkan luka bakar pada bagian tubuh yang terbuka seperti kepala, lengan, leher atau kaki dan juga menyebabkan sesak sampai tidak bernafas.
Abu letusan gunung berapi adalah material yang sangat halus. Karena hembusan angin dampaknya bisa dirasakan ratusan kilometer jauhnya. Dampak abu letusan
EROSI
A.PENGERTIAN
Erosi adalah peristiwa pengikisan padatan
(sedimen, tanah, batuan, dan partikel lainnya) akibat
transportasi angin, air atau es,
karakteristik hujan, creep
pada tanah dan material lain di bawah pengaruh gravitasi, atau oleh makhluk
hidup semisal hewan yang membuat liang, dalam hal ini disebut bio-erosi.
Erosi tidak sama dengan pelapukan akibat cuaca, yang mana merupakan proses
penghancuran mineral batuan dengan proses kimiawi maupun fisik, atau gabungan
keduanya.Erosi sebenarnya merupakan proses alami yang mudah dikenali, namun di kebanyakan tempat kejadian ini diperparah oleh aktivitas manusia dalam tata guna lahan yang buruk, penggundulan hutan, kegiatan pertambangan, perkebunan dan perladangan, kegiatan konstruksi / pembangunan yang tidak tertata dengan baik dan pembangunan jalan. Tanah yang digunakan untuk menghasilkan tanaman pertanian biasanya mengalami erosi yang jauh lebih besar dari tanah dengan vegetasi alaminya. Alih fungsi hutan menjadi ladang pertanian meningkatkan erosi, karena struktur akar tanaman hutan yang kuat mengikat tanah digantikan dengan struktur akar tanaman pertanian yang lebih lemah. Bagaimanapun, praktik tata guna lahan yang maju dapat membatasi erosi, menggunakan teknik semisal terrace-building, praktik konservasi ladang dan penanaman pohon.
B.PENYEBAB
a.
Tanah gundul atau tidak ada tanamannya;
b.
Tanah miring tidak dibuat teras–teras dan guludan sebagai
penyangga air dan tanah yang lurus;
c.
Tanah tidak dibuat tanggul pasangan sebagai penahan erosi;
d.
Pada tanah di kawasan hutan rusak karena pohon–pohon ditebang secara
liar sehingga hutan menjadi gundul;
e.
Pada permukaan tanah yang berlumpur digunakan untuk pengembalaan
liar sehingga tanah atas semakin rusak
C.PROSES TERJADINYA
Erosi
merupakan proses alam yang terjadi di banyak
lokasi yang biasanya semakin diperparah oleh ulah manusia. Proses
alam yang menyebabkan terjadinya erosi adalah karena faktor curah hujan,
tekstur tanah, tingkat kemiringan dan tutupan tanah.
lokasi yang biasanya semakin diperparah oleh ulah manusia. Proses
alam yang menyebabkan terjadinya erosi adalah karena faktor curah hujan,
tekstur tanah, tingkat kemiringan dan tutupan tanah.
Intensitas
curah hujan yang tinggi di suatu lokasi yang tekstur tanahnya adalah sedimen,
misalnya pasir serta letak tanahnya juga agak curam menimbulkan tingkat erosi
yang tinggi.
Selain
faktor curah hujan, tekstur tanah dan kemiringannya, tutupan tanah juga
mempengaruhi tingkat erosi. Tanah yang gundul tanpa ada tanaman pohon atau
rumput akan rawan terhadap erosi. Erosi juga dapat disebabkan oleh angin, air
laut dan es.
D.JENIS EROSI
1.
Erosi Akibat Gaya Berat
Batuan
atau sedimen yang bergerak terhadap kemiringannya merupakan proses erosi yang
disebabkan oleh gaya berat massa.
2. Erosi oleh Angin
Hembusan
angin kencang yang terus menerus di daerah yang tandus dapat memindahkan
partikel-partikel halus batuan di daerah tersebut sehingga membentuk suatu
formasi, misalnya bukit-bukit pasir di gurun atau pantai.
3. Erosi oleh Air
Jika
tingkat curah hujan berlebihan sedemikian rupa sehingga tanah tidak dapat
menyerap air hujan maka terjadilah genangan air yang mengalir kencang
4. Erosi
oleh Es
Erosi ini terjadi akibat
perpindahan partikel-partikel batuan karena aliran es yang terjadi di pinggiran
sungai. Sebenarnya es yang bergerak lebih besar tenaganya dibandingkan dengan
air.
E.DAMPAK
Erosi
mempunyai dampak yang kebanyakan merugikan, karena terjadi kerusakan lingkungan
hidup. Menurut penelitian bahwa 15% permukaan bumi mengalami erosi. Kebanyakan
disebabkan oleh erosi air kemudian oleh angin.
Jika erosi
terjadi di tanah pertanian maka tanah tersebut berangsur-angsur akan menjadi
tidak subur, karena lapisan tanah yang subur makin menipis, dan jika terjadi di
pantai, maka bentuk garis pantai akan berubah.
Dampak lain
dari erosi adalah sedimen dan polutan tanah pertanian yang terbawa air akan
menumpuk di suatu tempat. hal ini bisa menyebabkan pendangkalan air waduk,
kerusakan ekosistem di danau, pencemaran air minum.
F.PENANGGULANGAN
Erosi tidak
dapat dicegah secara sempurna karena merupakan proses alam. Pencegahan erosi
merupakan usaha pengendalian terjadinya erosi yang berlebihan sehingga dapat
menimbulkan bencana. Ada banyak cara untuk mengendalikan erosi antara lain :

1. Pengolahan Tanah
2. Pemasangan Tembok Batu Rangka Besi3. Penghutanan Kembal
4. Penempatan Batu Batu Kasar
sepanjang Pinggir Pantai
5. Pembuatan Pemecah Angin atau Gelombang
6. Pembuatan Teras Tanah Lereng
ANGIN PUTTING BELIUNG
A.PENGERTIAN
Puting beliung atau tornado ialah
sebuah tiub angin berpusing yang menyentuh tanah dan awan kumulonimbus. Angin
yang berada di dalam puting beliung berpusing dengan pantas dan menjadikan
puting beliung sangat berbahaya.Kebanyakan puting beliung mempunyai angin selaju 175 km/j atau kurang, dengan lebar 250 kaki (75 meter), dan bergerak beberapa kilometer sebelum "lenyap". Walau bagaimanapun, sesetengah puting beliung mempunyai angin selaju 480 km/j, dengan lebar lebih daripada (1.6 km), dan boleh bergerak melebihi 100 kilometer.[1][2][3]
Puting beliung seringkali terjadi semasa hujan ribut petir angin kuat dan mendatangkan banyak kemusnahan kepada apa-apa sahaja yang disentuhnya. Saban tahun, ada nyawa yang terkoban akibat puting beliung.
B.JENIS
Tornado sejati
Tornado
multi-pusaran
Tornado
multi-pusaran adalah suatu jenis tornado dimana dua atau lebih kolom
udara yang menggumpal berputar mengelilingi pusat. Struktur multi-pusaran
dapat terjadi di hampir setiap sirkulasi, namum sangat sering teramati dalam
tornado dahsyat.
Satelit
tornado
Satelit
tornado adalah suatu istilah untuk tornado lemah yang terbentuk
dekat tornado besar kuat yang terjadi dalam mesosiklon yang sama. Satelit
tornado muncul dari "orbit" tornado besar
(sebagai namanya), yang memperlihatkan wujud pusaran yang multi-pusaran.
Namun, satelit tornado merupakan corong yang berbeda, dan lebih kecil
dibandingkan corong utama.[3]
Angin
Puting Beliung di dekat Florida
Keys.
Puting
Beliung
Puting
Beliung secara resmi digambarkan secara singkat oleh National Weather Service Amerika Serikat
seperti tornado yang melintasi perairan. Namun, para peneliti umumnya
mencirikan puting beliung "cuaca sedang" berasal dari puting beliung
tornado.
·
Puting beliung cuaca sedang sedikit perusak namun sangat jauh dari
umumnya dan memiliki dinamik yang sama dengan setan
debu dan landspout.[13] Mereka terbentuk saat barisan awan cumulus
congestus menjulang di perairan tropis dan semitropis.[13] Angin ini memiliki angin yang secara
relatif lemah, dinding berlapis
lancar, dan umumnya melaju sangat pelan.[13] Angin ini sangat sering terjadi di Florida
Keys.[14]
·
Puting Beliung Tornado merupakan secara harafiah sebutan untuk
"tornado yang melintasi perairan". Angin ini dapat terbentuk
melintasi perairan seperti tornado mesosiklon,
atau menjadi tornado darat yang melintas keluar perairan. Sejak angin ini
terbentuk dari badai
petir perusak dan dapat menjadi jauh lebih dahsyat, kencang, dan
bertahan lebih lama daripada puting beliung cuaca sedang, angin ini dianggap
jauh lebih membahayakan.
C.PROSES
Proses
Terjadinya Puting Beliung Proses terjadinya puting beliung sangat terkait erat
dengan fase tumbuh awan Cumulonimbus (Cb) Fase Tumbuh Dalam awan terjadi arus
udara naik ke atas yang kuat. Hujan belum turun, titik-titik air maupun Kristal
es masih tertahan oleh arus udara yang naik ke atas puncak awan. Fase
Dewasa/Masak Titik-titik air tidak tertahan lagi oleh udara naik ke puncak
awan. Hujan turun menimbulkan gaya gesek antara arus udara naik dan turun.
Temperatur massa udara yang turun ini lebih dingin dari udara sekelilingnya.
Antara arus udara yang naik dan turun dapat timbul arus geser memuntir,
membentuk pusaran. Arus udara ini berputar semakin cepat, mirip sebuah siklon
yag “menjilat” bumi sebagai angin puting beliung. Terkadang disertai hujan
deras yang membentuk pancaran air (water spout). Fase Punah Tidak ada massa
udara naik. Massa udara yang turun meluas di seluruh awan. Kondensasi berhenti.
Udara yang turun melemah hingga berakhirlah pertumbuhan awan Cb.
D.PENYEBAB
Pada
musim pancaroba atau masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan biasanya
akan berpotensi besar terjadi angin puting beliung yang efeknya bisa
menimbulkan kerusakan. Secara meteorologis angin puting beliung dapat terjadi
di mana saja terutama di dataran rendah dan daerah yang terbuka. Untuk
mengantisipasi hal itu ada baiknya jika kita memahami penyebab dan gejala awal
datangnya angin puting beliung.
E.DAMPAK
1.terjadi kerusakan pada pemukiman
2.terjadi korban jiwa
3.terjadi kerugian sangat besar bagi
pemerintah dan masyarakat
AMBLAS TANAH
A.PENGERTIAN
Amblas tanah adalah gejala alam yang di
akibatkan oleh tanah yang berada di bawah permukaan tanah kosong atau bias di
katakana air yang ada di dalam tanah teus menerus di serap jadi rongga yang
terisi air di tanah rongga tersebut kemudian runtuh
B.JENIS
Jenis amblas tanah ada yang di akibatkan manusia
dan ada yang secara alami
C.PROSES
gejala
alam yang di akibatkan oleh tanah yang berada di bawah permukaan tanah kosong
atau bias di katakana air yang ada di dalam tanah teus menerus di serap jadi
rongga yang terisi air di tanah rongga tersebut kemudian runtuh
D.DAMPAK
1.Terjadi kerusakan pemukiman
jalan dan tempat-tempat lain
2.Terjadi kerugian
3.Bisa juga terjadi korban jiwa
E.PENYEBAB
Bisa di sebabkan oleh manusia dan ada
juga yang di sebabkan oleh alam secara almi
F.PENANGGULANGAN
Jangan menyedot air tanah
secara berlebihan
KEBAKARAN HUTAN
A.PENGERTIAN
Kebakaran hutan, kebakaran vegetasi,
atau kebakaran semak, adalah sebuah kebakaran yang terjadi di alam liar,
tetapi juga dapat memusnahkan rumah-rumah dan lahan pertanian disekitarnya.
Penyebab umum termasuk petir, kecerobohan
manusia, dan pembakaran.Kebakaran hutan dalam bahasa Inggris berarti "api liar" yang berasal dari sebuah sinonim dari Api Yunani, sebuah bahan seperti-napalm yang digunakan di Eropa Pertengahan sebagai senjata maritim
B.JENIS
Jenis Kebakaran Hutan:
1. Kebakaran Permukaan
2. Kebakaran Tajuk dan Batang
3. Kebakaran bawah Permukaan
C.PENYEBAB
Penyebab
kebakaran hutan:
- Sambaran petir pada hutan yang kering karena musim kemarau yang panjang.
- Kecerobohan manusia antara lain membuang puntung rokok sembarangan dan lupa mematikan api di perkemahan.
- Aktivitas vulkanis seperti terkena aliran lahar atau awan panas dari letusan gunung berapi.
- Tindakan yang disengaja seperti untuk membersihkan lahan pertanian atau membuka lahan pertanian baru dan tindakan vandalisme.
- Kebakaran di bawah tanah/ground fire pada daerah tanah gambut yang dapat menyulut kebakaran di atas tanah pada saat musim kemarau.
- Kemarau panjang
|
hasil
simulasi CA proses kebakaran hutan oleh Edwin Heijm
|
Proses Kebakaran Hutan (Forest Fire)
Untuk membantu pemula memahami mekanisme Cellular Automata (CA), saya menulis sebuah program di dalam Matlab untuk kasus simulasi proses kebakaran hutan. Hasil simulasi program ini jauh lebih sederhana dibandingkan dengan hasil simulasi program yang dibuat oleh Edwin Heijm seperti ditunjuk-kan di atas.Di sini kawasan hutan dibagi dalam sel N x N, di mana N = 31 (sebagai sekedar contoh saja). Ada 3 kemungkinan state bagi setiap sel:
1. Sel wilayah hutan yang belum
terbakar (warna hijau)
2. Sel wilayah hutan yang sedang
terbakar (warna merah)
3. Sel wilayah hutan yang sudah
terbakar (warna hitam)
Dengan program
tersebut, misalnya dapat disimulasikan perilaku perambatan api, dari mulai
terjadinya titik api di salah satu tempat, sampai api menyebar. Lalu juga bisa
dimasuk-kan pengaruh ‘topologi’, misalnya jika ada object yang
bisa menghambat perambatan api, dalam hal ini sebuah parit/saluran air.Setiap
sel mempunyai dua variabel state: U1(i,j) dan U2(i,j),
yang masing-masing bisa bernilai: 1 (belum terbakar), 2 (sedang terbakar), 3
(sel parit pemisah), dan 0(sudah hangus terbakar). Di sini diperlukan 2
variabel, di mana U1(i,j) digunakan sebagai buffer (penyimpan
nilai/state sementara). Jadi sewaktu program men”scan”/memeriksa
state sel U2(i,j) dan sel-sel tetangganya, jika dilakukan perubahan
nilai (update) pada sel tersebut, perubahannya di simpan di variabel U1(i,j)
sehingga nilai U2(i,j) masih belum berubah. Setelah “scanning” seluruh
baris dan kolom U2(i,j) selesai, dilakukan, baru nilai seluruh U2(i,j)
di perbarui dengan menyalin nilai U1(i,j) ke U2(i,j).E.DAMPAK
Dampak yang ditimbulkan dari kebakaran liar antara lain:
1.
Menyebarkan emisi gas karbon dioksida ke atmosfer. Kebakaran hutan pada 1997
menimbulkan emisi / penyebaran sebanyak 2,6 miliar ton karbon dioksida ke
atmosfer (sumber majala Nature 2002). Sebagai perbandingan total emisi karbon
dioksida di seluruh dunia pada tahun tersebut adalah 6 miliar ton.
2.
Terbunuhnya satwa liar dan musnahnya tanaman baik karena
kebakaran, terjebak asap atau rusaknya habitat. Kebakaran juga dapat
menyebabkan banyak spesies endemik/khas di suatu daerah turut punah sebelum
sempat dikenali/diteliti.
3.
Menyebabkan banjir selama beberapa minggu di saat musim hujan dan
kekeringan di saat musim kemarau.
4.
Kekeringan yang ditimbulkan dapat menyebabkan terhambatnya jalur
pengangkutan lewat sungai dan menyebabkan kelaparan di daerah-daerah terpencil.
5.
Kekeringan juga akan mengurangi volume air waduk pada saat musim
kemarau yang mengakibatkan terhentinya pembangkit listrik (PLTA) pada musim
kemarau.
6.
Musnahnya bahan baku industri perkayuan, mebel/furniture. Lebih
jauh lagi hal ini dapat mengakibatkan perusahaan perkayuan terpaksa ditutup
karena kurangnya bahan baku dan puluhan ribu pekerja menjadi
penganggur/kehilangan pekerjaan.
7.
Meningkatnya jumlah penderita penyakit infeksi saluran pernapasan
atas (ISPA) dan kanker paru-paru. Hal ini bisa menyebabkan kematian bagi
penderita berusia lanjut dan anak-anak. Polusi asap ini juga bisa menambah
parah penyakit para penderita TBC/asma.
8.
Asap yang ditimbulkan menyebabkan gangguan di berbagai segi
kehidupan masyarakat antara lain pendidikan, agama dan ekonomi. Banyak sekolah
yang terpaksa diliburkan pada saat kabut asap berada di tingkat yang berbahaya.
Penduduk dihimbau tidak bepergian jika tidak ada keperluan mendesak. Hal ini
mengganggu kegiatan keagamaan dan mengurangi kegiatan perdagangan/ekonomi.
Gangguan asap juga terjadi pada sarana perhubungan/transportasi yaitu berkurangnya
batas pandang. Banyak pelabuhan udara yang ditutup pada saat pagi hari di musim
kemarau karena jarak pandang yang terbatas bisa berbahaya bagi penerbangan.
Sering terjadi kecelakaan tabrakan antar perahu di sungai-sungai, karena
terbatasnya jarak pandang.
9.
Musnahnya bangunan, mobil, sarana umum dan harta benda lainnya.
F.PENANGGULANGAN
1.Kalau terjadi kebakaran hutan
laporkan pada polisi
2.jauhi tempat kebakaran tersebut
SUMBER
1.YAHOO!!! ANSWER2.WIKIPEDIA DAN ENSIKLOPEDIA BEBAS BAHASA INDONESIA
3.VIVA NEWS.COM
4.PENDAPAT SENDIRI
5.WWW.CREATIVECRISIS.CO.ID
6.BUKU PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP KELAS VIII
KUMPULAN
INFORMASI BENCANA ALAM

DISUSUN OLEH :RUDI RAMADAN
KELAS
:X-MM2
PLAJARAN :IPA (Ilmu
Pengetahuan Alam)
SMK NEGERI 2 GARUT
JL.SUHERMAN NO.90

Tidak ada komentar:
Posting Komentar